PEMANFAATAN TURBIN VERTICAL AXIS TIPE H PADAPEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (PLTB) DALAM SKALA KECIL
Yudhi Prasetyo
Pembangkit listrik yang dimiliki oleh PLN secara umum
menggunakan energi yang termasuk tidak terbaharui, untuk memenuhi
kebutuhan energi listrik yang terus meningkat, diperlukan pengoptimalan
potensi alam yaitu dengan pembuatan pembangkit tenaga listrik dengan
memanfaatkan sumber daya alam yang ada (energi terbarukan). PLTB
(Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) atau Pembangkit Listrik Tenaga Angin
sagat cocok untuk daerah pesisir pantai yang mempunyai kecepatan angin
tinggi. PLTB mempunyai keuntungan utama karena sifatnya terbarukan.
Hal ini berarti eksploitasi sumber energi ini tidak akan membuat sumber
daya angin yang berkurang seperti halnya penggunaan bahan bakar fosil
yang berdampak pada krisis energi.
Pembuatan pembangkit listrik tenaga bayu ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik pembangkit listrik tenaga angin dengan
memanfaatkan turbin vertical axis tipe H dan sekaligus memanfaatan
energi terbarukan secara optimal terutama angin.
Pemanfaatan Turbin Angin Untuk Pembangik Listrik Tenaga Bayu
ini menggunakan turbin vertical axis tipe H dengan jumlah baling-baling
empat sudu dan tiga sudu dari bahan pipa pvc. Desain baling-baling
dibuat sedemikian rupa agar dapat memutar rotor generator magnet
permanen secara maksimal, karena baling-baling digunakan sebagai
penggerak awal. Sistem pembangkit ini memanfaatkan generator magnet
permanen sebagai pembangkit listrik.
Daya yang dihasilkan generator magnet permanen tergantung
pada kecepatan angin yang memutar rotor generator. Sistem ini hanya
mampu dibebani lampu bosch dengan nameplate 12v, 35/35watt
menghasilkan tegangan 12 volt dan arus sebesar 2 ampere, kemudian
ketika sistem dibebani lampu bosch dengan nameplate 12v, 100/90 watt
sistem terjadi blankout.